Rabu, 21 November 2012

tinjauan umum struktur baja

Rangkuman Tinjauan Umum Struktur baja
A.    PENGERTIAN
Baja struktur adalah suatu jenis baja berupa batangan dan pelat yang berdasarkan pertimbangan ekonomi kekuatan dan sifatnya, cocok untuk pemikul beban.Baja struktur banyak digunakan dalam pembuatan bangunan, seperti: gedung,pabrik, jembatan, dll
1.      Terdapat 3 Macam besi mentah :
         Besi mentah putih
         Besi mentah kelabu
         Besi mentah bentuk antara
2.      Ikhtisar singkat dari Proses pembuatan baja :
         Proses Bessemer.
         Proses thomas.
         Proses Martin.
         Proses dengan dapur elektro.
         Proses dengan mempergunakan kui
         Proses aduk (proses puddle).

3.      Sifat - sifat umum dari baja bangunan :
  Sifat – sifat umum dari baja yaitu teristimewa kekakuannya dalam berbagai macam keadaan pem- bebanan atau muatan terutama tergantung :
         Cara meleburnya.
         Macam dan banyaknya logam campuran
         Cara (proses) yang digunakan waktu pembuatannya.
         Dalam proses pembuatan baja maka logam campuran baja itu sebagian sudah ada dalam bahan mentah itu namun masih perlu ditambahkan pada waktu pembuatan baja seperti : C, Mn, Si termasuk bahan utama S dan P.
4.      Sifat – sifat utama baja untuk dapat dipergunakan sebagai bahan bangunan :
         Keteguhan (solidity) artinya mempunyai ketahanan terhadap tarikan, tekanan atau lentur
         Elastisitas (elasticity) artinya kemampuan / kesanggupan untuk dalam batas –batas pembebanan tertentu, sesudahnya pem- bebanan ditiadakan kembali kepada bentuk semula.
         Kekenyalan / keliatan (tenacity) artinya kemampuan/kesanggupan untuk dapat menerima perubahan perubahan bentuk yang besar tanpa menderita kerugian- kerugian berupa cacat atau kerusakan yang terlihat dari luar dan dalam untuk jangka waktu pendek
         Kemungkinan ditempa - (maleability) sifat dalam keadaan merah pijar menjadi lembek dan plastis sehingga dapat dirubah bentuknya
         Kemungkinan dilas (weklability) artinya sifat dalam keadaan panas dapat digabungkan satu sama lain dengan memakai atau tidak memakai bahan tambahan, tampa merugikan sifat -sifat keteguhannya
         Kekerasan (hardness) Kekuatan melawan terhadap masuknya benda lain.
5.      Dalam praktek hal penting yang berhubungan dengan sifat baja adalah: :
         Penentuan syarat – syarat minimum harus dicantumkan dalam kontrak pemesanan, pembelian dan penyerahan bahan
         Garansi adanya sifat-sifat yang merata melalui dari pengetesan pada waktu bahan datang
         Tuntutan – tuntutan yang tinggi yang tidak diperlukan sebaiknya tidak dicantumkan karena tidak ekonomis
         Sifat-sifat baja harus selalu terjamin ada untuk kondisi pengerjaan dari baja misalnya pemotongan, pengeboran pengelasan.
         Sebaliknya pada saat pengerjaan baja maka dijaga sedemikian rupa sehingga sifat – sifat baja tidak hilang
         Bentuk - bentuk bagian dari kon- struksi bangunan dan sambungan - sambungan tidak mengakibatkan sifat - sifat baja menjadi berubah.
B.     Baja bangunan terbagi menjadi dua bagian :
         baja wals (gilling) tidak dengan campuran logam.
         Baja wals dengan campuran logam
1.      BAJA GOL.1
         Yang termasuk dalam golongan 1 adalah baja St 37 yang lazim diguna-kan di Eropa dan Indonesia.Baja ini dibuat melalui proses thomas dan Martin.
         Angka 37 berarti bahwa minimum keteguhan putus tarik adalah 37 Kg/mm2.
         Baja St 00 juga termasuk dalam golongan 1 dengan kwalitas perdagangan.
         Dipergunakan untuk konstruksi gedung-gedung yang kurang penting sehingga pengetesan tidak diperlukan cukup hanya melalui pengelihatan
2.      BAJA GOL.2
Keuntungan :
         Digunakan bila konstruksi memerlukan bahan yang ringan.
         Lebih tahan terhadap pertukar-an beban.
         Menjadikan tegangan sekunder lebih kecil.
Kerugian :
         Harganya lebih tinggi.
         Sifatnya lebih getas.
         Mengerjakannya lebih sulit karena lebih keras
         Jika digunakan jembatan menjadi tidak kaku atau lendutannya besar.
Pada dasarnya untuk kekuatan konstruksi persyaratan yang Diperlukan adalah:
         syarat kekuatan
         syarat kekakuan
Dengan mengetahui kerugian dari type baja ini maka untuk  konstruksi jembatan perlu adanya penyesuaian penyesuaian sbb :
         tinggi jembatan dibuat lebih untuk mengimbangi adanya lendutan yang besar
         Tegangan yang diizinkan tidak digunakan sepenuhnya sehingga perhitungan boros/ mahal.
C.    PROFIL BAJA
Ada 2 macam bentuk profil baja berdasarkan cara
pembuatannya :
         Hot Rolled Shapes (mengandung residual stress).
         Cold Formed Shapes (light gage cold form steel).
Standard yang digunakan untuk perencanaan struktur baja Beberapa standar yang digunakan untuk perencanaan struktur baja
         PPBBI : Penentuan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia
         AISC : American Institut of Steel Construction
         ASTM : America Society for Teding Material
         DIN : Denteh Industrial Narmen
         JIS : Japan Industrial Standard
1.      Prosedur Design :
a.       Design fungsional
b.      Design kerangka baja
Design fungsional akan menjamin tercapainya yang dikehendaki seperti :
         Areal kerja yang lapang dan cukup
         Ventilasi dan pengkoordinasian udara yang tepat
         Transportasi yang memadai
         Pencahayaan
         Estetika
Design kerangka kerja : pemikiran susunan serta ukuran elemen-elemen struktur yang tepat, sehingga beban-beban bangunan bekerja aman
Prosedur Design (samb)
1. Perencanaan
        Penentuan fungsi-fungsi yang akan dilayani
            oleh struktur yang bersangkutan
        Menentukan kriteria-kriteria untuk mengukur
            apakah desain yang ditentukan optimum
    1. Konfigurasi Struktur Pendahuluan Susunan dari elemen-elemen yang akan melampaui fungsi-fungsi langkah 1
3. Pemilihan batang pendahuluan
            Pemilihan ukuran batang yang memenuhi  kriteria obyektif, seperti berat atau biaya minimum yang dilakukan atas dasar keputusan dari langkah 1,2,3
4. Penentuan bahan-bahan yang harus dipikul
        Beban mati
        Beban hidup
        Beban angin
        Beban gempa
        Beban lain-lain
5. Analisis
          Analisa struktural dengan membuat model beban-beban dan kerangka kerja struktural untuk mendapatkan gaya internal dan defleksi yang dikehendaki
6. Evaluasi
          Apakah semua persyaratan kekuatan dan kemampuan telah terpenuhi dan apakah hasilnya optimum
7. Redesain
          Hasil evaluasi maka jika perlu dilakukan pengulangan pada bagian mana yang harus di redesain
Kriteria optimum desain struktur
1.      Biaya minimum
2.      Berat minimum
3.      Waktu konstruksi minimum
4.      Jumlah tenaga kerja minimum
5.      Efisiensi pengoperasian yang maksimum

1 komentar: