Senin, 26 November 2012

bahasa indonesia : Batasan Kosa Kata dan Diksi

1.Pilihan Kata
Pilihan kata atau diksi adalah pemilihan kata – kata yang sesuai dengan apa yang hendak kita ungkapkan. Saat kita berbicara, kadang kita tidak sadar dengan kata – kata yang kita gunakan. Maka dari itu, tidak jarang orang yang kita ajak berbicara salah menangkap maksud pembicaraan kita.
Dari buku Gorys Keraf (DIKSI DAN GAYA BAHASA (2002), hal. 24) dituliskan beberapa point – point penting tentang diksi, yaitu :
• Plilihan kata atau diksi mencakup pengertian kata – kata mana yang harus dipakai untuk mencapai suatu gagasan, bagaimana membentuk pengelompokan kata – kata yang tepat atau menggunakan ungkapan – ungkapan, dan gaya mana yang paling baik digunakan dalam suatu situasi.
• Pilihan kata atau diksi adalah kemampuan membedakan secara tepat nuansa – nuansa makna dari gagasan yang ingin disampaikan, dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai (cocok) dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat pendengar.
• Pilihan kata yang tepat dan sesuai hanya dimungkinkan oleh penguasa sejumlah besar kosa kata atau perbendaharaan kata bahasa itu. Sedangkan yang dimaksud pembendaharaan kata atau kosa kata suatu bahasa adalah keseluruhan kata yang dimiliki suatu bahasa.

bahasa indonesia : bahasa surat

A. PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAM SURAT
Penggunaan kata-kata dialek yang belum diakaji kebenrannya tidak dibenarkan. Penggunaan kata-kata gimana, ngapain, kenapa, entar, kasih, bikin, dan yang semacam itu termasuk tidak baik. Padanan kata-kata itu yang dianggap baik adalah bagaimana. mengapa, nanti, memberi, membuat.
Sebagian kata yang baku dapat dilihat dalam daftar berikut:
Kata Baku
Februari, formal, pertanggungjawaban, November, persen, pikir.
Kata Tidak Baku
Pebruari, formil, pertanggungan jawab, Nopember, prosen, fikir.
B.KATA YANG LAZIM
Pilihlah kata yang lazim memakai istilah dalam bahasa Indonesia.
Misalnya:

metode penelitian 3 : LANDASAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR, DAN PENGAJUAN HIPOTESIS

  1. PENGERTIAN TEORI
Teori adalah alur logika atau penalaran yang merupakan seperangkat konsep, definisi, dan proposisi yang disusun  secara sistematis. Ada tiga fungsi teori, yaitu: untuk (1) menjelaskan (explanation), (2) meramalkan (prediction), dan (3) pengendalian (control) suatu gejala.

Contoh:
            Mengapa besi kalau kena panas memuai? Dapat dijawab dengan teori yang berfungsi menjelaskan. Kalau besi dipanaskan sampai 75 derajat C, berapa pemuaiannya?
Dapat dijawab dengan teori yang berfungsi meramalkan. Selanjutnya, berapa jarak sambungan rel kereta api yang paling sesuai dengan kondisi iklim Indonesia sehingga kereta api jalannya nyaman tidak terganggu oleh sambungan rel? Dapat dijawab dengan teori yang berfungsi mengendalikan.

Setiap teori akan mengalami perkembangan, dan perkembangan itu terjadi apabila teori sudah tidak relevan dan kurang berfungsi lagi untuk mengatasi masalah.

Kamis, 22 November 2012

ILMU BAHAN BANGUNAN : BAMBU SEBAGAI TIANG PANCANG

Pendahuluan 
1. Latar belakang
Pembangunan suatu kontruksi, pertama-tama sekali yang dilaksanakan dan dikerjakan dilapangan adalah pekerjaan pondasi (struktur bawah) baru kemudian melaksanakan pekerjaan struktur atas. Pembangunan suatu pondasi sangat besar fungsinya pada suatu kontruksi. Secara umum pondasi didefinisikan sebagai bahan bangunan bawah tanah yang meneruskan beban yang berasal dari berat bahan bangunan itu sendiri dan beban luar yang bekerja pada bangunan ketanah yang disekitarnya.
Struktur bawah sebagai pondasi juga secara umum dapat dibagi dalam dua jenis yaitu pondasi dangkal dan pondasi dalam. Pemilihan jenis pondasi ini tergantung kepada jenis stuktur atas, apakah teermasuk kontruksi beban ringan atau beban berat dan juga jenis tanahnya. Untuk kontruksi beban ringan dan kondisi lapiasan tanah permukaan cukup baik, biasanya jenis pondasi dangkal sudah memadai. Tetapi untuk kontruksi beban berat biasanya jenis pondasi dalam adalah menjadi pilihan, dan secara umum permasalahan perencanaan pondasi dalam lebih rumit dari pondasi dangkal.
Untuk hal ini penulis mencoba mengkonsentrasikan makalah ini kepada permasalahan pondasi dalam, yaitu tiang pancang. Pondasi tiang pancang adalah batang yang relative panjang dan langsing yang digunakan untuk menyalurkan beban pondasi melewati lapisan tanah dengan daya dukung rendah lapisan tanah keras yang mempunyai kapasitas daya dukung tinggi yang relative cukup dalam dibanding pondasi dangkal. Daya dukung tiang pancang diperoleh dari daya dukung ujung (end bearing capacity) yang diperoleh dari tekanan ujung tiang dan daya dukung geser atau selimut (friction bearing capacity) yang diperoleh dari daya dukung gesek atau gaya adhesi antara tiang pancang dan tanah disekelilingnya.

ilmu bahan bangunan : Semen


A.   Pengertian Semen
Semen adalah suatu jenis bahan yang memiliki sifat adhesif dan kohesif yang memungkinkan melekatnya fragmen-fragmen mineral lain menjadi suatu massa yang padat. Pengertian ini dapat diterapkan untuk banyak jenis bahan semen yang biasa digunakan untuk konstruksi beton untuk bangunan. Secara kimia semen dicampur dengan air untuk dapat membentuk massa yang mengeras, semen semacam ini disebut semen hidrolis atau sering disebut juga semen portland.
Massa jenis semen yang diisyaratkan oleh ASTM adalah 3,15 gr/cm3, pada kenyataannya massa jenis semen yang diproduksi berkisar antara 3,03 gr/cm3 sampai 3,25 gr/cm3. Variasi ini akan berpengaruh proporsi campuran semen dalam campuran. Pengujian massa jenis ini dapat dilakukan menggunakan Le Chatelier Flask menurut standar ASTM C 348-97.
B.   Komposisi Bahan Baku Semen
·      Batu gamping
Batu gamping dengan kadar CaCO3 antara 80%-85% sangat baik sebagai bahan baku semen karena lebih mudah dig

lembar kerja : membuat daun jendela

1.  Tujuan
a.   Tujuan umum
Sekarang ini daun jendela telah mempunyai banyak macam dan berbagai bentuk ada daun jendela pinil,daun jendela kaca,daun jendela vinir dan lain-lain ada juga yang berbentuk persegi panjang,oval,persegi (bujur sangkar ) dan lain-lain,daun jendela pun telah mengalami banyak fungsi yang semula hanya sebagai ventilasi udara dan tempat penerangan saja sekarang telah menjadi suatu sudut dan penentu keindahan rumah tersebut.bentuk daun jendela semakin lama semakin simple dan praktis dalam pemasangan dan penggunaannya.
Dan akhirnya mahasiswa diharapkan dapat mengerti langkah-langkah pembuatan daun jendela dan dapat terampil dalam mendesain dan memodifikasi daun jendela supaya daun jendela tersebut memiliki nilai keindahan dan nilai jual yang tinggi.
b.   Tujuan khusus
Tujuan khusus dari lembar kerja ini adalah :
1)   Agar mahasiswa dapat mengetahui dan mengerti fungsi hubungan-hubungan dan sambungan-sambungan apa saja yang terdapat dalam daun jendela.
2)   Agar mahasiswa dapat terampil dalam mengunakan mesin-mesin tetap/stasioner, mesin-mesin fortble maupun alat-alat tangan kerja kayu.
3)   Melatih kreatifitas mahasiswa agar dapat mendesain daun jendela yang menarik dan bernilai tinggi.
4)   Agar mahasiswa dapat membuat dan mampu melaksakan pembuatan daun jendela secara mandiri maupun kelompok dengan hasil yang baik.
2.  Pertanyaan Awal
a.    Jelaskan kegunaan daun jendela ?
b.      Apa saja yang harus diperhatikan dalam pembuatan daun jendela ?
c.       Sebutkan bagian-bagian dari daun jendela ?
d.      Bagaimana cara merawat daun jendela agar awet dan tahan lama ?
e.       Jelaskan langkah-langkah merencanakan daun jendela ?
3.     Informasi umum
a.   Kegunaan daun jendela
Daun jendela dibuat untuk pemasukan penerangan pada siang hari dan untuk tempat penukaran udara dan juga sebagai elemen estetika untuk mempercantik suatu bangunan.